Friday, January 3, 2020

Nyobain Skincare Aroma Sirup ABC

Dalam rangka coba mencoba skin care, kali ini saya memang lagi rada keranjingan sama produk-produknya The Body Shop. Atas nama penasaran, setelah mencoba sebagian rangkaian Drops of Light, dalam postingan ini saya mau mereview varian The Body Shop Vitamin C. 

Ada beberapa produk Vitamin C yang TBS keluarkan yaitu Vit C Microdermabrasion, Liquid Peel, Skin Boost, Cleansing Polish, Face Spritz, Glow Boosting Moisturizer, dan Glow Protect Lotion SF 30 PA+++. Sesuai dengan kebutuhan dan bajet yang terbatas juga :D akhirnya saya beli 2 produk terakhir yang disebutkan di atas.

Pertama, Glow Boosting Moisturizer. Jadi ini adalah pelembab, sebenarnya nggak perlu-perlu amat karena saya masih punya Vitamin E Moisturizer, tapi karena penasaran akhirnya beli deh! Tekstur Vitamin C Moistureizer ini berbentuk gel yang ringan dan menyegarkan. Klaimnya bermanfaat untuk mencerahkan kulit wajah, tapi setelah kurang lebih 2-3 minggu penggunaan, menurut saya lebih bikin cerah varian Drops of Light sih!

Begitu kemasan dibuka, aroma vitamin C langsung terasa segar banget, mirip orson alias sirup ABC yang dulu biasa diminum kalau lebaran! :D Begitu diusapkan ke kulit yang sudah bersih (biasanya saya pakai setelah mandi), terasa banget langsung melembabkan.

Cara mengaplikasikannya? Usapkan pada seluruh wajah kecuali area mata dan mulut, lalu berikan pijatan untuk membantu produknya menyerap dengan maksimal. Nah, saya biasa menjadikan moisturizer ini untuk krim malam juga lho. Pagi-pagi begitu bangun, wajah cukup berseri dan lebih cerah.

Bisa juga untuk krim malam lho!

Nah, setelah menggunakan moisturizer saya langsung pakai glow protect lotion. Produk ini sudah SPF 30 PA+++ jadi bisa membantu melindungi kulit wajah kalau kita mau beraktivitas di luar ruangan di siang hari. Berdasarkan pengalaman saya, begitu dipakai, produk memang bikin kulit tampak glowing tapi oily, Namun setelah terkena panas matahari, kulit wajah akan langsung mengeluarkan keringat. Begitu keringatnya kita lap, wajah akan tampak sekali cerah merona gitu deh! :D


Dari beberapa produk The Body Shop Vitamin C, ada produk lainnya juga yang sudah dalam wishlist shopping saya, ada juga yang saya rasa belum perlu mencobanya. Misalnya Vitamin C cleansing polish, kayaknya saya nggak begitu tertarik untuk membelinya dalam waktu dekat. Alasan utamanya karena pembersih wajah saya masih banyak dari berbagai merk.

Produk lainnya, Vitamin C Microdermabrasion berfungsi untuk memberikan pengelupasan kulit (exfoliation) mingguan yang fungsinya menghaluskan kulit. Produk ini juga kayaknya belum perlu saya beli karena untuk exfoliasi, saya masih pakai Drops of Light Liquid Peel yang nggak abis-abis sampe bosen makenya. Kalau DOL Liquid Peel sudah habis, kayaknya saya mau coba Vitamin C-nya deh! Awalnya saya pengen nyoba yang Drops of Youth, tapi setelah iseng pakai Drops of Youth Essence, kayaknya wajah saya belum terlalu perlu pakai anti aging karena masih segar dan kenchanggg :D

Untuk cobain Vitamin C Face Spritz juga kayaknya belum perlu. Beberapa waktu lalu pernah cobain Vitamin E face mist-nya dan bikin wajah oily sih! Jadi untuk face mist atau semacamnya, belum tertarik lagi untuk coba.

Lalu ada juga Vitamin C Skin Boost yang kayaknya sama saja berupa pelembap dengan produk yang sudah saya beli: Glow Boosting Moisturizer. Saya menyimpulkan dengan demikian karena sama-sama ada kata 'boost' anyway :D 

Gitu aja sih review skin care aroma sirup ABC. Kamu sudah coba atau pengen coba yang mana? Komen dibawah ya! Makasih sudah membaca sampai tamat .

-Tamat-

Friday, December 13, 2019

Nyobain Scrub Anti Bau Kaki

Kaki saya sih nggak punya masalah baik itu pecah-pecah atau bau tidak enak, tapi saya pengen nyoba aja :D Ini namanya Peppermint Reviving Pumice Foot Scrub yang diklaim bisa membantu meluruhkan sel-sel kulit mati pada kaki, membuatnya terasa halus, dan mengurangi aroma tidak sedap pada kaki. 

Bagaimana cara pakainya?

Cukup bersihkan kaki terlebih dahulu, lalu pijatkan scrub pada kaki dengan gerakan memutar. Kemudian bilas dengan air hangat. 


Review jujurku: Berbeda dengan perawatan wajah, scrub khusus kaki ini tidak begitu memberikan perbedaan di penggunaan pertama. Mungkin karena kakiku nggak bermasalah dan sudah cukup halus karena suka pakai body lotion :p Tapi yang paling kusuka adalah sensasi dingin menyegarkan setelah memakainya.

Setelah penggunaan 2-3 kali mungkin akan lebih terasa benefitnya. Ini saya baru nyobain sekali, review-nya langsung ditulis :D 



Wishlist produk yang pengen dibeli untuk melengkapi perawatan medicure di rumah adalah Peppermint Intensive Cooling Foot Rescue sama Peppermint Foot Lotion.

Pepatah bilang, surga ada di telapak kaki ibu. Aku tergerak merawat kaki sebelum kaki bermasalah, biar 'surga' buat anak-anakku ntar nggak pecah-pecah, yang paling penting sehat dan enak dilihat aja sih, gituuuu :D

Merawat raga buatku penting, karena bagaimanapun perawatan itu bikin happy, bikin good mood keluar. Pokoknya, happy body, happy soul deh! Hehehe

Makasih sudah baca ya!

Wednesday, December 4, 2019

Nyobain Superfood Mask The Body Shop

Kesel banget nggak sih kegoda mulu buat jajan The Body Shop :'D Baiklah, dalam postingan kali ini, saya mau me-review secara jujur masker superfood dari TBS yang sudah pernah dicoba.

Jadi untuk masker TBS sendiri, hampir semua varian (kecuali Ethiopian Honey) sudah saya coba tapi yang kemasan trial untuk 1-2 kali pakai. Yang paling best seller adalah Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask dan Japanese Matcha Tea. 

Untuk kemasan besarnya yang ukuran 75 ml, saya coba beli Amazonian Acai, British Rose, dan Japanese Matcha. Yang saya suka dari masker TBS ini adalah sensasi 'nyesss' di kulit, ada rasa hangat-hangat segar, pokoknya agak susah dideskripsikan, harus coba sendiri. 




Untuk Amazonian Acai dan British Rose, teksturnya hampir sama. Kayak madu dicampur bulir-bulir kandungan utamanya masing-masing. Kalau Amazonian acai warnanya mirip darah tapi lebih maroon dengan bulir-bulir acar yang cukup banyak. Kalau British Rose, pure kayak madu dengan bulir rose petal yang lebih sedikit. Jadi kalau pakai yang British Rose, benar-benar kayak pakai masker madu.

Sedangkan, favorit saya adalah Japanese Matcha yang sekilas mirip wasabi. Berbeda dari Amazonian Acai dan British Rose, tekstur Japanese Matcha mirip puree ala makanan bayi gitu lho! :D Mirip-mirip pasta dengan butiran-butiran halus yang entah apa.. hehehe

Yang paling saya suka adalah efek setelah membersihkan wajah. Kalau habis maskeran pakai Japanese Matcha, ada sensasi cooling yang sangat menyegarkan! Sejauh ini, sensasi itu hanya saya dapatkan setelah maskeran pakai Japanese Matcha saja. Cobain deh!





Nah, lalu bagaimana cara mengaplikasikan masker-masker ini?

Pertama, wajah harus dalam keadaan bersih, dengan dibersihkan pakai cleanser atau facial wash. Kemudian setelah wajah kering, aplikasikan masker bisa pakai kuas. Kalau saya lebih suka pakai jari/telunjuk saja sih. Aplikasikan sampai merata. Bisa juga masker ini kalian mix. Misal di daerah kening pakai british rose, kedua pipi pakai japanese matcha, dagu dan hidung pakai amazonian acai. Atau suka-suka kalian, tergantung kebutuhan.

Ini rangkuman perbedaan ketiga masker yang sudah saya coba:

-Amazonian Acai Energizing Radiance Mask : Dengan kandungan utama berupa acai berry, masker ini punya kandungan antioksidan yang tinggi. Fungsinya bisa melindungi wajah dari polutan yang merusak kulit, juga mampu mengatasi kulit kusam. Produk ini diklaim bisa membuat kulit wajah tampak cerah, segar, dan berenergi.

-British Rose Fresh Plumping Mask : Kandungan utamanya berupa essence bunga mawar Inggris, rosehip oil dari Chili, dan CT Organic Aloe Vera dari Meksiko. Masker ini diklaim membuat kulit wajah terasa kenyal dan bikin wajah lembab dan segar.

-Japanese Matcha Deep Cleansing Mask : Sesuai dengan namanya, masker yang berbahan utama matcha tea ini diklaim mampu melindungi dan membersihkan wajah secara mendalam dari kotoran sehingga membuat kulit wajah tampak lebih bersih. 

Masker-masker itu ideal dipakai 2-3 kali dalam seminggu.

Anyway, The Body Shop menyebutkan bahwa perusahaannya punya Community Fair Trade Ingredient sehingga bahan-bahan alami yang digunakan untuk membuat produk-produknya dibeli secara fair dari petani-petani atau komunitas lokal untuk ikut menumbuhkan perekonomian mereka. Nah, nggak heran kalau harga produk-produknya cukup menguras kantong, meski masih banyak masker lain yang nominal harganya jauh lebih tinggi dari ini.

Sejauh ini, bahan-bahan alami untuk pembuatan produk TBS memang berasal dari Amerika Selatan atau Afrika. Belum denger atau saya belum tau aja sih ada bahan-bahan produknya yang berasal dari Asia atau Indonesia :D Kalau ngambil bahan dari Indonesia, bagus tuh misalnya Masker kulit manggis (Indonesian Mangosteen Brightening Mask) hahaha.. 

Nama saya Lisan Kyrana, hobi mengkhayal, sekian.. terimakasih sudah membaca sampai tamat.